
Makanan makanan sehat, enak dan berkualitas !

Beberapa tahun lalu, kawasan pesisir selatan Pulau Lombok mungkin hanya dikenal oleh para peselancar dunia yang mencari ombak tersembunyi. Namun kini, Mandalika telah bertransformasi menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.
Menawarkan perpaduan sempurna antara kemewahan sirkuit balap internasional, keindahan alam pantai yang magis, dan kelestarian budaya lokal, Mandalika sukses mencuri perhatian dunia.
Nama “Mandalika” tidak lahir begitu saja. Nama ini diambil dari legenda masyarakat Suku Sasak tentang Putri Mandalika, seorang putri raja yang berparas sangat cantik dan berbudi luhur. Karena kecantikannya, banyak pangeran dari berbagai kerajaan datang untuk melamarnya.
Enggan memilih salah satu pangeran yang berpotensi memicu peperangan dan perpecahan di tanah Lombok, sang putri memilih untuk mengorbankan dirinya. Beliau melompat ke dalam laut dari atas bukit di Pantai Seger. Sesaat setelah melompat, jasadnya menghilang dan muncul ribuan cacing laut berwarna-warni yang disebut Nyale.
Tradisi Bau Nyale: Hingga hari ini, setiap tahunnya (sekitar bulan Februari atau Maret), masyarakat Lombok berkumpul di pantai kawasan Mandalika untuk menangkap cacing laut ini dalam festival budaya tahunan yang disebut Festival Bau Nyale.
Sektor yang paling melambungkan nama Mandalika ke panggung global adalah kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit.
Sirkuit sepanjang $4,31\text{ km}$ dengan 17 tikungan ini dinilai sebagai salah satu sirkuit tercantik di dunia karena letaknya yang berada tepat di tepi pantai. Sejak diresmikan, sirkuit ini telah sukses menggelar ajang balap motor paling bergengsi di dunia, mulai dari MotoGP hingga World Superbike (WSBK).
Keunikan sirkuit ini juga terletak pada corak area run-off yang dicat menyerupai motif Kain Tenun Subahnale, kain tenun tradisional khas Suku Sasak Lombok.
Selain sirkuit balap, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dikelilingi oleh deretan pantai eksotis yang memiliki karakteristik unik:
Sebagai kawasan wisata kelas dunia, Mandalika terus bersolek dengan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di kawasan ini, penataan ruang dilakukan secara rapi, mulai dari pembangunan resor berbintang lima, restoran berpemandangan laut, hingga area bazar UMKM yang menjajakan produk lokal seperti mutiara, kain tenun songket, hingga camilan khas Lombok.
Akses menuju Mandalika pun kini sangat mudah berkat adanya jalan pengumpan (bypass) langsung dari Bandara Internasional Lombok yang memangkas waktu perjalanan menjadi hanya sekitar 20–30 menit saja.